RESENSI NOVEL
“ SANG PEMIMPI “
I.
IDENTITAS
BUKU
Judul Buku : SANG
PEMIMPI
Pengarang : Andrea Hirata
Penerbit : PT. Bentang Pustaka
Ukuran : 14 x 21 cm
Halaman : 247
ISBN :
979-3062-92-4
II.
BAGIAN ISI
Ini adalah buku kedua dari
tetraloginya Andrea Hirata. Ending yang sangat mengesankan, hmm..aku suka.
Alurnya bagus, menarik. Tema cerita yang sederhana tapi terbungkus
kalimat-kalimatyang wow penuh makna. Tapi sayangnya ini kurang ada sinergi
dengan buku pertama, yang namanya tetralogi kan ada 4 buku, harusnya seh ada
kesinambungan yang bagus. Memang,Laskar Pelangi masih sedikit disebut-sebut,
tapi belum mewakili kesinambungan yang bagus.Berhubung sudah terbuai sosok
Arai, Ikal dan Jimbron. So finally ga masalh lah. PAsti novelnyasangat berkesan
dan begitu menggugah.“3 Seorang pemimpi. Setelah tamat SMP, melanjutkan ke SMA
Bukan Maen. Disinilah perjuangan dan mimpi ketiga pemberani ini dimulai.
Ikal, salah satu dari anggota Laskar Pelangi,Arai, saudara sepupu Arai yang
sudah yatim piatus ejak SD dan tinggal di ruamh Ikal, sudahdianggap seperti
anak sendiri oleh Ayah danIbu Ikal. Dan Jimbron, anak angkat seorang
pendetakarena yatim piatu juga sejak kecil. Namun pendeta yang sangat baik dan
tidak memaksakankeyakinan Jimbron, malah mengantarkan Jimbron menjadi muslim
yang taat.
Arai dan Ikal begitu pintar dalam
sekolahnya, sednagkan Jimbron, si penggemar kuda ini biasa- biasa aja. Malah menduduki rangking 78 dari 160
siswa. Sedangkan Ikal dan Arrai selalu menjadi 3 besar. Mimpi mereka sangat tinggi, karena bagi Arrai, orang susah
seperti mereka tidak akan berguna
tanpa mimpi-mimpi. Mereka berdua mempunyai mimpi yang tinggi yaitu melanjutkanstudy ke SArbonne Perancis. Mereka terpukau dengan
cerita Pak Beia, guru seninya, yang selalumeyebut-nyebut indahnya kota itu. Kerja keras, menjadi kuli ngambat mulai
pukul 2 pagi sampai jam 7 dan
dilanjutkan dengan sekolah, itulah perjuangan ketiga pemuda itu. Mati-matianmenabundemi mewujudkan impiannya. Ya, meskipun kalau
dilogika, tabungan mereka tidak akan
cukup untuk samapi kesana. Tapi jiwa optimisme Arai tak terbantahkan.Setelah selesai SMA, Ari dan Ikal merantai ke Jawa,
Bogor tepatnya. Sedangkan Jombron lebihe
mmilih untuk menjadi pekerja di ternak kuda di Belitong. Jimbron menghadiahkan
keduacelengan kudanya yang berisi
tabungannya selama ini kepada Ikal dan Arai. Dia yakin kalau Araidan Ikal spai di Perancis, maka jiwa Jimbronpun akan
selalu ebrsama mereka. Berbula-bulanterkatung0katung
di Bogor, mencari pekerjaan untuk bertahan hidup susahnya minta ampun.Akhirnya setelah banyak pekerjaan tidak bersahabat
ditempuh, Ikal ketrima menjadi tukang sortir (tukang Pos), dan Arai memutuskan untuk merantau ke
kAlimantanTahun berikutnya, Ikalmemutuskan
untuk kuliah di Ekonomi UI.
Dan setelah lulus, ada lowongan
untuk mendapatkan biasiswa S2 ke
Eropa. Beribu-ribu pesaing berhasil ia singkirkan dan akhrinya sampailah pada pertandingan untuk memperebutkan 15 besar.Saat wawancara tiba, tidak disangka, profesor
pengujia begitu terpukau dengan proposal risetyang diajukan Ikal, meskipun ahanya berlatar belakang sarjana Ekonomi
yang amsih bekerjasebagai Tukang Sortir,
tulsiannya begitu hebat. Akhirnya setelah wawancara selai, siap yang menyangka. kejutan yang luar biasa. Warai pun ikut
dalam wawancara itu. Bertahun-tahun tanpakabar
berita, akhirnya mereka berdua dipertemukan dalams uatu forum yang begitu indah
dan Terhormat. Begitulah Arai, selalu penuh dengan kejutan. Semua ini
sudha direncanaknnya bertahun-thaun.
TErnyata dia kuliah di Universitas Mulawarman dan mengambil jurusan Bilogi.Tidak kalah dengan Ikal, proposal Risetnya juga
begitu luar biasa dan berbakat untuk menghasilkan teori baru.Akhirnya
sampai juga mereka pulang kampung ke BElitong. Dan ketika ada surat datang,
merka berdebar-debar membuka
isinya. PEngumuman peberima Beasiswa ke Eropa. Arai begitu sedihkarena dia sangat merindukan kedua orang tuanya.
Sangat ingin emmbuka kabar tu bersamaorang
yang sanagt dia rikan. Kegelisahan dimulai. Tidak kuasa mengetahui isi dari
surat itu.Akhirnya Ikal ketrima di
Perhuruan tinggi, Sarbone PErnacis. Setelah perlahan mencocokkandengan surat Arai, Subhannallah, inilah jawaban dari
mimpi2 mereka. Kedua sang pemimpi ini diterima di Universitas yang sama.
Tapi ini bukan akhir dari segalanya. Disinilah perjuanagandari mimpi itu dimulai, dan siap melahirkan anak-anak
mimpi berikutnya.
Ø Kelebihan
Banyak
kelebihan-kelebihan yang didapatkan dalam novel ini. Mulai dari segi kekayaan
bahasa hingga kekuatan alur yang mengajak pembaca masuk dalam cerita hingga
merasakan tiap latar yang terdeskripsikan secara sempurna. Hal ini tak lepas
dari kecerdasan penulis memainkan imajinasi berfikir yang dituangkan dengan bahasa-bahasa
intelektual yang berkelas. Penulis juga menjelaskan tiap detail latar yang
mem-background-i adegan demi adegan, sehingga pembaca selalu menantikan dan
menerka-nerka setiap hal yang akan terjadi. Selain itu, kelebihan lain daripada
novel ini yaitu kepandaian Andrea dalam mengeksplorasi karakter-karakter
sehingga kesuksesan pembawaan yang melekat dalam karakter tersebut begitu kuat.
Ø Kelemahan
Pada dasarnya
novel ini hampir tiada kelemahan. Hal itu disebabkan karena penulis dengan
cerdas dan apik menggambarkan keruntutan alur, deskripsi setting, dan
eksplorasi kekuatan karakter. Baik ditinjau dari segi kebahasaan hingga sensasi
yang dirasakan pembaca sepanjang cerita, novel ini dinilai cukup untuk
mengobati keinginan pembaca yang haus akan novel yang bermutu.
III.
BAGIAN
PENUTUP
Buku ini dapat menjadi
salah satu referensi yang menarik tentang artinya sebuah mimpi. Salah satu poin
yang membuat saya kagum dan penuh inspirasi dari buku ini adalah “ Jangan
pernah berhenti bermimpi “.Hal itu sangat jelas pada tiap-tiap subbabnya. Yang
pada prinsipnya manusia tidak akan pernah bisa untuk lepas dari sebuah mimpi
dan keinginan besar dalam hidupnya. Hal itu secara jelas digambarkan penulis
dalam novel ini dengan maksud memberikan titik terang kepada manusia yang
mempunyai mimpi besar namun terganjal oleh segala keterbatasan.