Senin, 26 November 2012

Jurnal Skripsi



JURNAL / RINGKASAN SKRIPSI
“KEMAMPUAN MEMAHAI KATA BAKU
BAHASA INDONESIA KELAS 2
MTs NEGERI TUBAN
TAHUN AJARAN 2003/2004”
Karya:
MAMIK ROHMIATI
IKIP PGRI TUBAN 2004


BAB I
            Pada latar belakang  skripsi penulis mengambarkan  secara umum tentang  pengertian Bahasa, Fungsi Bahasa Indonersia, pengunaan Bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.
            “ Bahasa adalah alat komunikasa yang cukup praktis jika dibandingkan dengan alat komunikasi lain.”
            “ Bahasa Indonesia mempunyai kedudukan sebagai bahasa Negara, selain itu bahasa Juga memiliki kedudukan sebagai bahasa Nasional. Fungsi bahasa sebagai bahasa Negara adalah:
a)      Bahasa resmi kenegaraan
b)      Bahasa pengantar resmi dilembaga-lembaga pendidikan
c)      Bahasa resmi dalam perhubungan tingkat untuk kepentingan pelaksanaan serta pemerintahan
d)     Bahasa resmi didalam pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan

Sedangkan fungsi bahasa sebagai bahasa Nasional adalah sebagai berikut:
1)      Sebagai lambang kebanggaan nasional
2)      Sebagai lambang k\identitas nasional
3)      Sebagai alat pemersatu berbagai masyarakat yang berbeda-beda latar belakang social, budaya dan bahasanya.”
Namun seiring berkembangnya zaman pengunaan bahasa dalam kehidupan sehari-hari banyak yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa khususnya dalam penulisan penggunaan kata atau istilah baku dalam bahasa Indonesia.
Sesuai dengan judulnya “Kemampuan Memahai Kata Baku” serta denagn adanya fakta-fakta tersebut diatas maka penulis ingin mengetahui sampai dimana siswa memahami bahasa baku, khususnya kata baku atau istialah baku dalam bahasa Indonesia.
Sementara itu dalam  pembatasan  masalah  penulis hanya membahas tentang kata baku dalam bahasa Indonesia. Dengan rumusan masalah “ Bagaimana Kemampuan Memahami Kata Baku Bahasa Indonesia Siswa Kelas 2 MTs Negeri Tuban  Tahun Ajaran 2003/2004?”
Penulis menyebutkan  tujuan penelitianya adalah untuk mengetahui gambaran umum tentang pengunaan bahasa baku dalam lingkugan MTs Negeri Tuban.
Pada bagian asumsi dan hipotesis penulis menyampaikan asumsinya bahwa siswa sudah diajar mengenai bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kemampuan memahami kata baku dapat diukur dengan mengunakan test. Sementara penulis juga memiliki Hipotesias “Siswa kelas 2 MTs Negeri Tuban mampu memahami kata atau istilah baku dalam bahasa Indonesia.












BAB II
            Pada bab ini penulis menjelaskan secara detail tentang pengertian kata baku,cirri-ciri kata baku, fungsi kata baku bahasa Indonesia, dan cirri-ciri bahasa baku. Penulis hanya menjabarkan secara jelas apa yang ada pada letar belakang penulisa skripsi.
            “ kata baku merupakan  ragam bahasa yang cara pengucapanya ataupun penulisanya sesuai denga kaidah-kaidah standart atau kaidah yang dibakuka. Kaidah standart berupa :
1)      Pedoman ejaan ( EYD)
2)      Tata bahasa baku
3)      Kamus umum / KBBI
Bahasa dikatakan baku apabila bahasa itu digunakan dalam masyarakat dan memiliki nilai komunikatif yang paling tinggi dan fungsinya menyangkut kepentingan nasional (Suryaman, 1985 : 2)
Sementara ciri-ciri kata baku adalah:
a)      Tidak dipengaruhi bahasa daerah
b)      Tidak dipengaruhi bahasa asing
c)      Bukan merupakan ragam percakapan
d)     Pemakaian bahasa secara eksplisit
e)      Pemakaian yang sesuai  dengan konteks kalimat
f)       Tidak mengandung arti pleonasme
g)      Tidak mengandung hiperkorek
Jadi kesimpulannya kata baku ialah kata-kata yang memiliki kaidah atao ragam bahasa yang telah ditentukan atau dilazimkan, sedangkan kata non baku ialah kata-kata yang tidak mengikuti kaidah atau ragam bahasa yang telah ditentukan atau dilazimkan.(Soedjito,1986 : 55)
Bahasa baku ialah ragam bahasa Indonesia yang biasa dipakai dalam situasi resmi atau formal, misalnya dalam pidato kenegaraan, diskusi lmiah, surat menyurat antar instansi dan sebagainya.
Ragam bahasa baku digunakan pada, 1) Komunikasi resmi (surat menyurat resmi, pengumuman-pengumuman, perundang-undangan), 2) Wacana teknis (laporan resmi, karya ilmiah), 3) pembicaraan didepan umum (ceramah, pidato, khotbah, kuliah dan sebagainya), 4) pembicaraan dengan orang yang dihormati (orang tua, pejabat, pimpinan instansi dan lain-lain) (Soedjito, 1986 : 58)
Sedangkan ciri-ciri bahasa baku sebagai berikut:
1.      Penulisan berdasarkan peraturan EYD
2.      Pembentukan istilah sesuai dengan kaidah pembentukan istilah
3.      Pemilihan kosa kata sesuai dengan KBBI
4.      Tata bahasa sesuai dengan tata bahasa baku bahasa Indonesia
Jadi kesimpulanya bahasa baku ialah Bahasa baku ialah ragam bahasa Indonesia yang biasa dipakai dalam situasi resmi atau formal, misalnya dalam pidato kenegaraan, diskusi lmiah, surat menyurat antar instansi dan sebagainya, sedangkan bahasa tidak baku dalam ragam bahasa yang biasa dipakai dalam situasi tidak resmi,santai,kekeluargaaan. Misalnya berbicara dengan keluarga, bergurau dengan teman akrab dan sebagainya.
Dengan mengunakan metode diskripsi penulis mengadakan penelitian dengan tujuan yang bersifat deskripsi adalah untuk membuat pencandraan atau gambaran yang jelas secara sistematis, factual, dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat-sifat populasi atau daerah tertentu  sebagai sasaran atau objek penelitian.
Penulis berusaha menggali data sesuai dengan data yang diperoleh dari hasil penelitian yang dilaksanakan di MTs Negeri Tuban pada kelas II antara lain:
1.      Jumlah siswa dalam satu kelas sebagai 242 siswa
2.      Jumlah siswa dalam satu ruang sebagai 40 siswa
3.      Jumlah sampel yang dirandom sebagai 40 siswa
Penulis mendapat sumber data dari : Kepala sekolah MTs Negeri Tuban,  Siswa kelas II MTs Negeri Tuban.

Setelah penulis mengadakan penelitian dengan berbagai langkah pendekatan tehadap hasil penelitian, hasil analisis data yang diperoleh adalah kemampuan memahami kata baku siswa kelas II MTs Negeri Tuban Tahun Ajaran 2003/2004 mendapatkan gambaran positif. Adapun gambaran yang dimaksud penulis ialah pada dasarnya siswa MTs Negeri Tuban cukup mampu memahami kata baku dengan baik dan benar walaupun ada sedikit kekurangan.


BAB  III
1)      Kesimpulan
             Setelah penulis melakukan penelitian di MTs Negeri Tuban, dapat penulis simpulkan hasil penelitia tersebut adalah sebagai berikut:
            Bahasa adalah alat manusia untuk menyampaikan sesuatu yang abstrak, yaitu pikiran dan perasaan hatinya kepada sesama manusia. Bahasa adalah ala tang lahir  dari dasar jiwa manusia untuk melahirkan situasi yang dialami oleh jiwanya, maka sikap jiwa suatu banggsa sulit dipisahkan dengan jiwa bahasanya yang berarti kedudukan bahasa Indonesia dinyatakan sebagai alat penghubung sesama manusia, tetapi didalamnya terdapat norma-norma yang harus ditaati dalam penggunaannya.
            Berdasarkan hasil analisis data secara umum diperoleh kesimpulan bahwa kemampuan memahami kata baku siswa kelas II MTs Negeri Tuban tahun ajaran 2003/2004 termasuk kategori cukup mampu.
2)      Saran –Saran
Sebagai akhir dari pembahasan ini, penulis akan menyampaikan sarannya sebagai berikut:
Berdasarkan hasil akhir yang telah penuli peroleh, maka di MTs Negeri Tuban masih perlu ditingkatkan sistim pengajaranya bahasa Indonesia. Karena itu , peran guru dalam menunaikan tugasnya masih dituntut untuk kreatif dan korektif. Paling tidak prestasi siswa dibidang Bahasa Indonesia tidak kalah dengan pengjaran lain.          

Tidak ada komentar:

Posting Komentar