JURNAL
/ RINGKASAN SKRIPSI
“KEMAMPUAN MEMAHAI KATA BAKU
BAHASA INDONESIA KELAS 2
MTs NEGERI TUBAN
TAHUN AJARAN 2003/2004”
Karya:
MAMIK ROHMIATI
IKIP PGRI TUBAN 2004
BAB I
Pada latar
belakang skripsi penulis
mengambarkan secara umum tentang pengertian Bahasa, Fungsi Bahasa Indonersia,
pengunaan Bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.
“ Bahasa adalah
alat komunikasa yang cukup praktis jika dibandingkan dengan alat komunikasi
lain.”
“ Bahasa Indonesia
mempunyai kedudukan sebagai bahasa Negara, selain itu bahasa Juga memiliki
kedudukan sebagai bahasa Nasional. Fungsi bahasa sebagai bahasa Negara adalah:
a)
Bahasa resmi kenegaraan
b)
Bahasa pengantar resmi
dilembaga-lembaga pendidikan
c)
Bahasa resmi dalam perhubungan
tingkat untuk kepentingan pelaksanaan serta pemerintahan
d)
Bahasa resmi didalam
pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan
Sedangkan fungsi bahasa sebagai bahasa
Nasional adalah sebagai berikut:
1)
Sebagai lambang kebanggaan
nasional
2)
Sebagai lambang k\identitas
nasional
3)
Sebagai alat pemersatu berbagai
masyarakat yang berbeda-beda latar belakang social, budaya dan bahasanya.”
Namun seiring berkembangnya zaman pengunaan bahasa dalam kehidupan
sehari-hari banyak yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa khususnya dalam
penulisan penggunaan kata atau istilah baku dalam bahasa Indonesia.
Sesuai dengan judulnya “Kemampuan Memahai Kata Baku” serta denagn
adanya fakta-fakta tersebut diatas maka penulis ingin mengetahui sampai dimana
siswa memahami bahasa baku, khususnya kata baku atau istialah baku dalam bahasa
Indonesia.
Sementara itu dalam pembatasan
masalah penulis hanya membahas
tentang kata baku dalam bahasa Indonesia. Dengan rumusan masalah “ Bagaimana
Kemampuan Memahami Kata Baku Bahasa Indonesia Siswa Kelas 2 MTs Negeri
Tuban Tahun Ajaran 2003/2004?”
Penulis menyebutkan tujuan
penelitianya adalah untuk mengetahui gambaran umum tentang pengunaan bahasa
baku dalam lingkugan MTs Negeri Tuban.
Pada bagian asumsi dan hipotesis penulis menyampaikan asumsinya
bahwa siswa sudah diajar mengenai bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Kemampuan memahami kata baku dapat diukur dengan mengunakan test. Sementara
penulis juga memiliki Hipotesias “Siswa kelas 2 MTs Negeri Tuban mampu memahami
kata atau istilah baku dalam bahasa Indonesia.
BAB II
Pada bab ini penulis menjelaskan
secara detail tentang pengertian kata baku,cirri-ciri kata baku, fungsi kata
baku bahasa Indonesia, dan cirri-ciri bahasa baku. Penulis hanya menjabarkan
secara jelas apa yang ada pada letar belakang penulisa skripsi.
“ kata baku merupakan ragam bahasa yang cara pengucapanya ataupun penulisanya
sesuai denga kaidah-kaidah standart atau kaidah yang dibakuka. Kaidah standart
berupa :
1)
Pedoman ejaan ( EYD)
2)
Tata bahasa baku
3)
Kamus umum / KBBI
Bahasa dikatakan baku apabila bahasa itu digunakan dalam masyarakat
dan memiliki nilai komunikatif yang paling tinggi dan fungsinya menyangkut
kepentingan nasional (Suryaman, 1985 : 2)
Sementara ciri-ciri kata baku adalah:
a)
Tidak dipengaruhi bahasa daerah
b)
Tidak dipengaruhi bahasa asing
c)
Bukan merupakan ragam
percakapan
d)
Pemakaian bahasa secara
eksplisit
e)
Pemakaian yang sesuai dengan konteks kalimat
f)
Tidak mengandung arti pleonasme
g)
Tidak mengandung hiperkorek
Jadi kesimpulannya kata baku ialah kata-kata
yang memiliki kaidah atao ragam bahasa yang telah ditentukan atau dilazimkan,
sedangkan kata non baku ialah kata-kata yang tidak mengikuti kaidah atau ragam
bahasa yang telah ditentukan atau dilazimkan.(Soedjito,1986 : 55)
Bahasa baku ialah ragam bahasa Indonesia yang biasa dipakai dalam
situasi resmi atau formal, misalnya dalam pidato kenegaraan, diskusi lmiah,
surat menyurat antar instansi dan sebagainya.
Ragam bahasa baku digunakan pada, 1) Komunikasi resmi (surat
menyurat resmi, pengumuman-pengumuman, perundang-undangan), 2) Wacana teknis
(laporan resmi, karya ilmiah), 3) pembicaraan didepan umum (ceramah, pidato,
khotbah, kuliah dan sebagainya), 4) pembicaraan dengan orang yang dihormati
(orang tua, pejabat, pimpinan instansi dan lain-lain) (Soedjito, 1986 : 58)
Sedangkan ciri-ciri bahasa baku sebagai berikut:
1.
Penulisan berdasarkan peraturan
EYD
2.
Pembentukan istilah sesuai
dengan kaidah pembentukan istilah
3.
Pemilihan kosa kata sesuai
dengan KBBI
4.
Tata bahasa sesuai dengan tata
bahasa baku bahasa Indonesia
Jadi kesimpulanya bahasa baku ialah Bahasa
baku ialah ragam bahasa Indonesia yang biasa dipakai dalam situasi resmi atau
formal, misalnya dalam pidato kenegaraan, diskusi lmiah, surat menyurat antar
instansi dan sebagainya, sedangkan bahasa tidak baku dalam ragam bahasa yang
biasa dipakai dalam situasi tidak resmi,santai,kekeluargaaan. Misalnya
berbicara dengan keluarga, bergurau dengan teman akrab dan sebagainya.
Dengan mengunakan metode diskripsi penulis mengadakan penelitian
dengan tujuan yang bersifat deskripsi adalah untuk membuat pencandraan atau
gambaran yang jelas secara sistematis, factual, dan akurat mengenai fakta-fakta
dan sifat-sifat populasi atau daerah tertentu
sebagai sasaran atau objek penelitian.
Penulis berusaha menggali data sesuai dengan data yang diperoleh
dari hasil penelitian yang dilaksanakan di MTs Negeri Tuban pada kelas II antara
lain:
1. Jumlah siswa dalam satu kelas sebagai 242 siswa
2. Jumlah siswa dalam satu ruang sebagai 40 siswa
3. Jumlah sampel yang dirandom sebagai 40 siswa
Penulis mendapat sumber data dari : Kepala
sekolah MTs Negeri Tuban, Siswa kelas II
MTs Negeri Tuban.
Setelah penulis mengadakan penelitian dengan berbagai langkah pendekatan tehadap hasil penelitian, hasil analisis data yang diperoleh adalah kemampuan memahami kata baku siswa kelas II MTs Negeri Tuban Tahun Ajaran 2003/2004 mendapatkan gambaran positif. Adapun gambaran yang dimaksud penulis ialah pada dasarnya siswa MTs Negeri Tuban cukup mampu memahami kata baku dengan baik dan benar walaupun ada sedikit kekurangan.
BAB III
1)
Kesimpulan
Setelah penulis melakukan penelitian di MTs
Negeri Tuban, dapat penulis simpulkan hasil penelitia tersebut adalah sebagai
berikut:
Bahasa adalah alat
manusia untuk menyampaikan sesuatu yang abstrak, yaitu pikiran dan perasaan
hatinya kepada sesama manusia. Bahasa adalah ala tang lahir dari dasar jiwa manusia untuk melahirkan
situasi yang dialami oleh jiwanya, maka sikap jiwa suatu banggsa sulit
dipisahkan dengan jiwa bahasanya yang berarti kedudukan bahasa Indonesia
dinyatakan sebagai alat penghubung sesama manusia, tetapi didalamnya terdapat
norma-norma yang harus ditaati dalam penggunaannya.
Berdasarkan hasil
analisis data secara umum diperoleh kesimpulan bahwa kemampuan memahami kata
baku siswa kelas II MTs Negeri Tuban tahun ajaran 2003/2004 termasuk kategori
cukup mampu.
2)
Saran –Saran
Sebagai akhir dari pembahasan ini, penulis
akan menyampaikan sarannya sebagai berikut:
Berdasarkan hasil akhir yang telah penuli
peroleh, maka di MTs Negeri Tuban masih perlu ditingkatkan sistim pengajaranya
bahasa Indonesia. Karena itu , peran guru dalam menunaikan tugasnya masih
dituntut untuk kreatif dan korektif. Paling tidak prestasi siswa dibidang
Bahasa Indonesia tidak kalah dengan pengjaran lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar